Menurut laporan Environment New York, organisasi advokasi masalah lingkungan hidup negara bagian tersebut, air minum untuk 11,3 juta warga New York, New Jersey dan Connecticut berada dalam jarak 50 mil dari Indian Point, jarak yang digunakan US Nuclear Regulatory Commission untuk mengukur resiko pasokan makanan dan air.
Laporan itu juga menunjukkan, dibanding pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) lain di AS, PLTN Indian Point mengancam pasokan air minum bagi begitu banyak orang. PLTN lain di negara itu hanya akan memberi dampak bagi sekitar setengah dari total jumlah penduduk yang bakal terancam di New York. Karena itu, Environment New York mendesak negara bagian itu untuk menolak pemberian izin bagi pembangkit listrik tersebut dan memasuki masa depan tanpa PLTN serta memanfaatkan energi bersih terbarukan seperti angin dan tenaga matahari.
PLTN Indian Point, yang bisa ditempuh dalam waktu 80 menit dengan berkendara dari New York City, memiliki sejarah panjang kebocoran dan kecelakaan yang mengeluarkan bahan radioaktif. Salah satu reaktor nuklirnya belum lama ini dimatikan agar satu pompanya bisa diperbaiki. Pompa rusak itu membocorkan bahan pendingin berisi radio aktif.
No comments:
Post a Comment