INILAH.COM, Jakarta – IHSG kembali gagal tutup di atas level psikologis 4.000 karena berada di area resistance. Padahal, bursa regional Asia masih memberikan gairah meskipun bursa Eropa melandai.
Pada perdagangan Selasa (24/1), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup menguat 8,07 poin (0,20%) ke level 3.994,583 dengan intraday tertinggi 4.038,7850 dan terendah 3.985,507. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45
yang naik 1,92 poin (0,27%) ke angka 705,784.
Sayangnya, laju indeks hari ini kurang ramai, hanya didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 2,07 miliar lembar saham di pasar reguler dan total mencapai 2,7 miliar. Sementara itu, nilai transaksi mencapai Rp2,2 triliun di pasar regular dari total Rp2,7 triliun dan frekuensi 110.235 kali transaksi.
Sebanyak 132 saham menguat, sedangkan 105 saham melemah dan 126 saham stagnan. Penguatan indeks, juga diwarnai aksi beli dari investor asing yang mencatatkan transaksi nilai beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp107,07 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp934,8 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp827,7 miliar.
Mayoritas sektor saham mendukung penguatan indeks. Saham sektor konsumsi memimpin kenaikan 1,87%, disusul pertambangan 0,34%, perdagangan 0,47%, properti 0,42%, manufaktur 0,29%, dan perkebunan 0,17%. Tapi, empat sektor saham justru melemah dipimpin oleh industri dasar 1,12%, aneka industri 0,43%, infrastruktur 0,08% dan keuangan ditransaksikan stagnan.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, sesuai dengan prediksi tadi pagi, minimnya sentimen membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
)masih tidak mau beranjak dari kisaran 3975 – 4025. Menurutnya, aliran dana asing memang ada, tapi masih minim.
Di sisi lain, lanjutnya, bursa regionalmasih memberikan gairah.Tapi, dengan bursa Eropa yang cenderung turun tipis pada pembukaannya, membuat nafsu ‘makan’ (beli) menjadi semakin surut.“Belum lagi pergerakan harga saham juga terlihat hanya ‘seperlunya’,” ujarnya, di Jakarta, Selasa (24/1).
Satrio melihat, saham PT Unilever Indonesia (UNVR)dan PT Gudang Garam (GGRM)dikerek naik agar IHSG tetap naik. “Sisanya relatif flat. Saham-saham penghasil semen malah melanjutkan koreksinya,” ucapnya.
Selebihnya, kata dia, memang naik, tapi hanya sekedar resistancetestingseperti PT United Tractor (UNTR), PT Bukit Asam (PTBA)dan lain-lain.“So, dari pagi tadi saya hanya bisa duduk manis. Mau ngisi porto juga males,” timpalnya.
Intinya, IHSGberada dalam kisaran resisten. Begitu juga dengan indeks Dow Jones Industrial (DJI)yang sama-saham berada dalam kisaran resisten.“Mendingan saya tidur lagi deh,” kata Satrio berseloroh.
No comments:
Post a Comment