Showing posts with label Kisah Sukses. Show all posts
Showing posts with label Kisah Sukses. Show all posts

24 January 2012

Pemimpin yang Tak Tersandera


INILAH.COM, Jakarta - Lepas Subuh, awal 2008. Seorang laki-laki menuntun putranya menuju ibu-ibu yang berkerumun mengelilingi pedagang sayur. Ia menyampaikan salam sejenak, yang dijawab ibu-ibu itu, sebelum asyik memilah-milah sayuran dibantu putra lelakinya yang selalu minta pertimbangan sebelum memasukkan wortel, selada atau pun kentang untuk ditimbang.
Setelah menimbang dan membayar, barulah lelaki itu meraih tangan putranya dan menuntun, sementara tangan satunya menenteng kantong-kantong plastik sarat belanjaan.
Lelaki yang tak rikuh menggantikan tugas istrinya bergabung dengan ibu-ibu berbelanja sayuran itu bernama Ahmad Heryawan. Kini kita mengenalnya sebagai gubernur Jawa Barat.
Sebagaimana saat itu, kini publik mengenalnya sebagai sosok yang tak canggung melakukan hal-hal wajar yang entah mengapa, kini mulai dipandang ‘tidak wajar’. Misalnya, yang gampang diingat publik, Heryawan dengan tegas mencoret anggaran pengadaan 18 mobil dewan dalam APBD 2011 Kabupaten Bandung.
Tak ragu-ragu akan kemungkinan tanggapan negatif anggota Dewan yang akan memengaruhi pencitraan terhadap dirinya, Heryawan melakukan hal itu dengan tegas dan yakin bahwa itulah yang terbaik bagi rakyat. Bagaimana tidak, saat itu APBD Kabupaten Bandung tercatat defisit.
Tetapi Heryawan pun tak hanya bisa tegas terhadap orang lain. Publik masih ingat betapa Heryawan dan wakilnya hingga saat ini memilih menggunakan mobil dinas lama yang dipakai gubernur sebelumnya, Dani Setiawan, yakni Toyota Royal Crown buatan 2007, satu kendaraan SUV dan sebuah jip.
Mungkin bisa terkesan berlebihan, tetapi apa yang dilakukan Heryawan dengan berbelanja sayuran sendiri akan gampang mengingatkan kaum muslimin akan Ammar bin Yasir ketika menjabat sebagai gubernur.
Ammar tak jarang berbelanja ke pasar dan mengikat serta memanggul sayuran belanjaan sendirian. Atau Khalifah Ummar bin Abdul Aziz, khalifah negara besar dan kaya, tetapi memilih hidup sederhana. Dan kita sadar, betapa sosok-sosok seperti itu kian lama semakin langka
Dari Ahmad Heryawan orang bisa kian membenarkan pernyataan seorang mahaguru manajemen, Peter Drucker. Drucker menyatakan, manakala kita melihat perusahaan-perusahaan besar yang maju dan unggul, jangan salah, ada keputusan-keputusan berani di belakangnya.
Artinya, bahkan Drucker yang rasional pun percaya, keberanianlah yang membawa manusia kepada kemaslahatan, kebaikan bersama. Kita bahkan pernah mendengar dari alm Rendra, keberanian adalah cakrawala. Kian berani seseorang, makin mampu ia melihat dunia secara holistik. Menilik apa yang telah dilakukan Heryawan selama hampir empat tahun kepemimpinannya di Jawa Barat, keberanian itu begitu nyata dan gamblang.
Lihat saja, manakala sadar bahwa Jabar kian lama kian panas akibat tanaman yang kian hilang dari kehidupan, Heryawan berani mengembangkan program penghijauan dalam skala besar. Ia pun mencanangkan Gerakan Jabar Hijau berbasis sekolah.
Alhasil dalam waktu yang cepat telah ditanam 11 juta batang pohon di 26 kabupaten/kota se-Jabar, hingga selama 2011 tercatat telah ditanam 170 juta batang pohon di Jabar. Wajar bila prestasi itu diganjar rekor oleh Museum Rekor Indonesia (MURI).
Tidak hanya itu. Dalam bidang kependudukan dan demografi Heryawan pun mencetak prestasi dengan menerima penghargaan dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) berupa “Transmigrasi Award”.
Yang menarik, hanya dalam sebulan, Desember lalu Heryawan menerima empat anugerah dan penghargaan. Pertama saat Hari Nusantara, 13 Desember, di Dumai, Riau; kedua Satya Lencana Kebaktian Sosial di Jogjakarta pada Peringatan HKSN, 19 Desember; ketiga Parahita Ekapraya Pratama di Jakarta pada Peringatan Hari Ibu 22 Desember; lalu Transmigrasi Award, 27 Desember 2011. Jujur saja, tak banyak kepala daerah yang menerima empat penghargaan berkatagori nasional hanya dalam waktu sebulan.
Yang juga menarik dan masih hangat, manakala para pejabat beramai-ramai menyatakan kesiapan membeli mobil Esemka buatan para pelajar Kota Solo, Ahmad Heryawan dengan tegas menyatakan keengganan untuk latah. Ia menyatakan hanya berminat membeli mobil karya pelajar-pelajar Jabar. "Saya enggak mau beli dari Solo. Saya mau beli karya pelajar dari Jawa Barat," kata dia.
Itulah Heryawan. Dengan pemimpin seperti itu, rakyat Jabar layak optimistis bahwa daerahnya akan mampu menjadi provinsi termaju di Indonesia. Dan tentu saja, untuk itu mereka juga dituntut berpartisipasi sesuai bidangnya. Rakyat jabar, layak bangga dipimpin seorang berani yang yakin akan cita-ciota bersama.
Tapi kita pun tahu, keberanian mensyaratkan banyak hal. Dan yang terutama, tampaknya, tidak adanya pamrih. Karena tanpa adanya pamrih, maka keberanian tak pernah tersandera. Semoga kita semua pada saatnya memiliki pemimpin seperti itu. Pemimpin yang hanya tersandera satu hal: kepentingan rakyatnya.
»»  SELENGKAPNYA...

Mantan Pengguna Narkoba Ini Sukses Usaha Susu Beromzet Miliaran di Usia muda

Jakarta - Fauzan Rachmansyah (27) tidak membayangkan nasib akan berpihak padanya. Terjerat narkoba sejak SMP, Fauzan tak pernah membayangkan dirinya bisa menangguk sukses dari bisnisnya.

Ia rupanya berjuang keras keluar dari jeratan narkoba. Setelah hijrah dari Jakarta ke kota gudeg Yogyakarta, kehidupan baru ditatanya, hingga diusianya yang terbilang muda dirinya sudah mempunyai usaha kedai susu segar beromzet miliaran rupiah dalam setahun.

Kedai susu dengan brand "Kalimilk" yang baru dibuka akhir 2010 saat ini sudah menjadi brand terkenal di Yogyakarta hampir tiap malam selalu penuh. Bahkan dua kedai milik Fauzan ini selalu dinanti oleh para tamu yang tidak kebagian meja.

"Omzet dua kedai susu segar saya setahun bisa mencapai Rp 1,1 miliar setahun, padahal baru buka tahun lalu, tepatnya Juni 2011, dan dengan modal Rp 70 juta dengan modal pinjaman," ujar Fauzan, kepada detikFinance, Minggu (22/1/2012).

Kalimilk yang merupakan brand dari PT Farbes Indonesia, yang merupakan mendapatkan suplai susu dari peternakan sapi miliknya sendiri. Rencananya, pada tahun 2012 Kalimilk akan melebarkan sayapnya ke beberapa kota di Indonesia, seperti Solo, Malang, Jakarta dan kota-kota lainnya.

Kesuksesan yang ia dapatkan saat ini bisa dibilang dicapai dengan jalan berliku. Menurut Mahasiswa Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ini, dirinya yang dulu sempat terjerat lingkaran setan Narkoba, pernah menjadi penjual sepatu, kemeja keliling, penjual spare part kendaraan sampai supir truk.

"Apapun saya lakukan untuk kencari uang makan, apalagi saya lulus SMA harus berjuang di kota baru yakni Yogyakarta, apalagi saat itu ayahanda meninggal dunia pada 2004, tambah beratlah langkah hidup saya," kenang Fauzan.

Hijrah dirinya ke Yogya pada 2003, juga atas perintah ayahnya, dikarena saat sekolah SMP-SMA di Jakarta, dirinya tidak bisa lepas dari penggunaan narkoba.

"Untuk mengubah saya, pilihannya harus pindah lingkungan, dipilihlah, Yogya. Dikota itu saya benar-benar merasakan susahnya mencari uang," kenangnya lagi.

Berbagai pekerjaan dilakukan, sampai akhirnya ditawari seorang keluarga untuk menjadi marketing, dari sinilah pekerjaannya sedikit banyak bisa ditabung dan bisa beli tanah dan bisa membiayai pernikahannya.

"Tahun 2007 sudah bisa beli tanah, dan dibangun rumah, disitu mulai ada ide berternak sapi perah, dan sampai awal 2010 jumlah sapi sudah mencapai 52 ekor," ujarnya.

Setiap tamu dan kerabat yang datang ke peternakannya, selalu mendapatkan suguhan susu hasil peternakannya, bahkan istrinya sering menambahkan rasa buah-buahan seperti jambu, anggur, jeruk dan lainnya.

"Banyak tamu dan kerabat yang bilang susunya enak, kenapa tidak dijual saja? Dari sanalah ide ingin menjual susu yang akan diberinama Kalimilk datang," ungkapnya.

Rencananya, Kalimilk baru akan dibuka awal 2011. Namun karena sempat terganggu oleh letusan merapi menerjang kota Yogya. Sebanyak 12 ekor sapinya pun mati dan lainnya menurun produktivitasnya. Tapi peristiwa itu justru membuat Fauzan mempercepat pembukaan 'Kalimilk'.

"Namun tekat yang kuat, kami bangkit lagi. Juli mengandalkan sapi yang ada, saya buka kedai di depan kantor kami, tidak menyangka antusiasnya begitu besar," katanya.

Bahkan dengan jumlah ratusan ekor yang dimiliki dan para petani binaannya, belum cukup untuk memenuhi kebutuhan susu segar di kedua kedainya saat ini.

"Ya, siapa yang menyangka hanya jual minuman susu, untungnya bisa sebanyak ini. Dengan keunggulan rasa susu yang lebih crem dibandingkan susu lainnya, dan dengan perahan yang tepat menghasilkan Kalimilk sebagai susu low fat, tahun ini dirinya menargetkan produknya akan ada di beberapa ritel besar di Indonesia" optimisnya.

"Bahkan brand Kalimilk saat ini sudah ada 10.800 follower di Twitter, terbanyak di dunia mengalahkan Nestle yang hanya 9.000 Followers dan Cimori hanya 3.000 followers. Sebuah merk susu lokal, mengalahkan followers brand dunia, tentunya suatu kebanggaan bagi saya," tandas salah satu pemenang Wirausaha Mandiri ini.
»»  SELENGKAPNYA...