Showing posts with label Facebook. Show all posts
Showing posts with label Facebook. Show all posts

01 February 2012

Awas, Terbuai Themes Valentine di Facebook

Jakarta - Valentine memang masih lama, 14 Februari mendatang, tapi kegiatan clickjacking yang memanfaatkan media sosial sudah menjalankan aksinya. Seperti yang diidentifikasi perusahaan keamanan Trend Micro ini yang mengincar pengguna Facebook. 

Serangan itu dimulai dengan ditemukannya sebuah postingan di wall Facebooker yang berisi ajakan untuk mengklik dan menginstal themes gratis agar tampilan Facebook pengguna jadi bernuansa khas Valentine. 

Trend Micro mendeteksi installer tersebut sebagai TROJ_FOOKBACE.A, dan ketika dieksekusi maka program jahat itu akan mengeksekusi sebuah script yang menampilkan iklan dari situs-situs tertentu. 
»»  SELENGKAPNYA...

Kisah Joe Green, Pria yang "Menolak" Facebook

KOMPAS.com - Karena dilarang oleh ayahnya, Joe Green tidak jadi ikut mendirikan Facebook bersama Mark Zuckerberg. Keputusan yang mungkin bernilai miliaran dollar AS.

Siapa Joe Green? Ia adalah salah satu teman sekamar Mark Zuckerberg di Harvard. Bersama Zuckerberg, Green membangun situs bakal benih Facebook bernama "FaceMash".

Namun saat Zuckerberg mengajaknya keluar dari sekolah dan membangun Facebook, Green menolak. "Ayah saya, seorang profesor, tidak akan begitu senang jika saya keluar dari kampus," ujar Green saat menghadiri talkshow Good Morning America.

Keputusan itu disebut sebagai kesalahan yang memiliki potensi bernilai miliaran dollar AS. Ini adalah nilai dari jatah saham Green seandainya ia ikut terjun di Facebook.

Tapi bukan berarti Green rugi total. Sejauh ini ia dikatakan masih memiliki saham di Facebook, meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan jika ia dulu bergabung.

Meski begitu, Green tampaknya tidak menyesali keputusan itu. Green saat ini adalah pengelola situs bernama Causes yang merupakan salah satu aplikasi paling besar di Facebook.


Politik

Setelah lulus dari Harvard, Green sempat bekerja di tim kampanye kepresidenan John Kerry. Meski kampanye itu gagal melesatkan Kerry ke Gedung Putih, Green mengaku belajar banyak.

Green menyusul Zuckerberg ke "lembah silikon" saat ia mendirikan situs Essembly di 2005. Kemudian ia mendirikan Causes lewat kerjasama dengan Sean Parker.

Jangan heran jika nama Sean Parker terdengar akrab. Parker adalah pendiri Napster yang juga mantan Presiden Facebook yang masih memiliki saham di Facebook. Di film Social Network, Parker diperankan oleh Justin Timberlake.

Causes membantu memperkenalkan kepada orang lain, berbagai kegiatan amal dan isu politik. Mereka menggunakan Facebook untuk sosialisasi.


Sukses di Luar Facebook

Beruntung Green tidak jadi pecundang setelah menolak tawaran Zuckerberg. Saat ini ia sempat tercantum di daftar "30 Under 30" versi majalah Forbes. Yaitu 30 pengusaha muda yang meraih sukses di bawah usia 30.

Causes pun merupakan salah satu dari aplikasi terbesar di Facebook yang memiliki 170 juta pengguna dengan keuntungan mencapai 50 juta dollar AS.

Facebook diyakini akan melepas sahamnya ke publik dengan valuasi perusahaan bernilai 100 miliar dollar AS. Pemilik saham Facebook berpotensi mendapatkan keuntungan berlipatganda setelah penawaran perdana alias Initial Public Offering (IPO).

Artinya, meski tak sebesar yang seharusnya bisa ia dapatkan, Green tetap punya potensi meraup untung besar dari rencana IPO tersebut.
»»  SELENGKAPNYA...

"Ibu Kota" Facebook Tetap Jakarta



JAKARTA, KOMPAS.com - Amerika Serikat boleh tercatat sebagai negara dengan pengguna Facebook terbesar di dunia. Pengguna Facebook di India bolah saja melampaui Indonesia. Tapi, jumlah pengguna Facebook di Jakarta tetap tak terkalahkan. Pantaslah kiranya kalau Jakarta disebut sebagai Ibu Kota Facebook seperti dikatakan Peter Vesterbacka, Chief Marketing Officer Rovio, saat mengumumkan bahwa game Angry Birds di Facebook akan diluncurkan di Jakarta pas Hari Valentine, 14 Februari 2012 .

Pasalnya sesuai data statistik yang dilansir situs Socialbakers.com, pengguna Facebook di Jakarta saat ini merupakan terbesar di dunia yakni mencapai 17,48 juta. Angka tersebut jauh melampaui jumlah pengguna jejaring sosial yang dibuat Marc Zuckerberg tersebut di kota-kota besar lainnya di dunia. Kota dengan pengguna Facebook terbesar di AS yakni New York hanya mencatat 4,3 juta pengguna dan di urutan ke-14. Sementara Delhi, India hanya mencatat 1,57 juta pengguna Facebook dan di urutan ke-36.

Menyusul Jakarta (17,48 juta pengguna), kota dengan pengguan Facebook terbesar adalah Instanbul (9,6 juta), Mexico City (9,3 juta), London (7,64 juta), Bangkok (7,4 juta), Buenos Aires (6,6 juta), Ankara (6,55 juta), Kuala Lumpur (6,5 juta), Bogota (6,4 juta), dan Madrid (5,95 juta).

Socialbakers.com, seperti dikutip situs Financial Chronicle, Senin (30/1/2012), mengklaim perkiraan pengguna Facebook diolah dari Open Graph API Facebook. Situs tersebut menyajikan data statistik secara berkala pengguna layanan media sosial seperti facebook, Twittter, Google+, LinkedIn, dan YouTube.

Dari data terakhir, pengguna Facebook diperkirakan telah menembus 812 juta pengguna. AS tetap negara dengan pengguna Facebook terbesar dengan 152,6 juta pengguna. Pengguna Facebook di India mencapai 43,5 juta, menggeser Indonesia yang kini 43,06 juta pengguna.
»»  SELENGKAPNYA...

26 January 2012

Modus Penipuan Baru di FB: iPad 3 Gratis


INILAH.COM California - Ekspektasi pasar dan konsumen akan iPad 3, menimbulkan banyak modus penipuan online (scam) terbaru, contohnya dengan penawaran iPad 3 gratis.
Symantec memperingatkan, besarnya ekspektasi publik akan iPad 3, pasti akan memunculkan modus penipuan seperti yang mereka duga sebelumnya. Demikian seperti yang dikutip dari ST.
"Email spam terbaru di Facebook kini menjanjikan hadiah iPad 3 gratis. Agar lebih meyakinkan publik, para penipu menggunakan alamat email yang terkoneksi dengan Facebook," tulis pihak Symantec di pernyataan resminya.
Bahkan di beberapa modusnya, para penipu tersebut memperkenalkan diri mereka sebagai CEO Facebook, Mark Zuckerberg.
Para pengguna kemudian banyak yang tertipu dengan mengklik link URL yang tersedia dan terkena 'phising-attack'.
Symantec menyarankan kepada para pengguna untuk segera melaporkan hal tersebut, jika terjadi pada mereka. Anda juga sebaiknya berhati-hati dan tidak sembarang mengklik link.
»»  SELENGKAPNYA...