Showing posts with label Riset. Show all posts
Showing posts with label Riset. Show all posts

02 February 2012

Studi: Hanya Sepertiga Tweet yang 'Bermutu'


INILAH.COM, California - Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa hanya ada sepertiga tweet di timeline yang bermutu. Benarkah?
Para peneliti dari Caregie Mellon, MIT dan Georgia Tech, berkolaborasi untuk meneliti seberapa bagus tweet yang ada di timeline Twitter, melalui sebuah situs bernama Who Gives a Tweet.
Di penelitian ini para pengguna dijanjikanfeedback dari tweet mereka jika sepakat untuk secara diam-diam mengukur bagus tidaknya tweet dari akun-akun yang mereka follow.
Selama lebih dari 19 hari di bulan Desember dan Januari, 1.443 pengunjung di situs tersebut telah mengukur 43.738 tweet dari 2.014 akun Twitter. Demikian seperti yang dikutip dari Mashable.
Hasilnya?
Para responden hanya menyukai 36% dari tweet yang mereka follow. Sementara angka tidak suka adalah sebesar 25% dan netral sebesar 39%.
"Tak semua tweet dapat diterima," ujar Michael Bernstein dari MIT yang mengerjakan proyek tersebut.
"Banyak dari konten-konten di timeline, tidak layak dibaca, dengan berbagai alasan," tambahnya Bernstein.
Tweet-tweet harian seperti curhat dan aktivitas harian yang paling tidak disukai. Sementara tweet-tweetberbagi informasi, memberi link tulisan dan bertanya kepada follower, merupakan favorit dari para follower. 
»»  SELENGKAPNYA...

26 January 2012

Kerja Lembur Bikin Depresi Dua Kali Lipat


INILAH.COM, Washington - Sebuah penelitian terbaru mengungkap bekerja dengan durasi jam yang tinggi mampu membuat tingkat depresi naik dua kali lipat.
Seperti yang dikutip dari ST, karyawan yang menghabiskan waktu 11 jam atau lebih untuk bekerja di kantor, menghadapi resiko depresi meningkat dua kali lipat, ketimbang orang yang bekerja di kantor tujuh-delapan jam sehari.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal sains PLoS ONE, diikuti oleh lebih dari 2.100 pegawai sipil, yang tidak memiliki riwayat depresi atau resiko faktor psikologi, selama hampir enam tahun.
Bagi yang bekerja lembur memiliki resiko 2,3 sampai 2,5 kali terkena depresi, ujar studi oleh Marianna Virtanen dari Finnish Institute of Occupational Health and University College London.
Kaitan terhadap pemicu depresi juga muncul ketika para peneliti juga menambah beberapa faktor seperti alkohol dan penyalahgunaan narkoba.
»»  SELENGKAPNYA...