Showing posts with label Kecelakaan. Show all posts
Showing posts with label Kecelakaan. Show all posts

02 February 2012

Korban Tewas Bus Masuk Jurang Jadi 11 Orang

Bandung - Bus Maju Jaya jurusan Garut-Sumedang sarat penumpang masuk jurang di Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Korban sementara saat ini yang tewas sebanyak 11 orang.

"Tadi sembilan orang, sekarang tambah dua. Jadi korban tewas di lokasi kejadian 11 orang," jelas Kapolres Sumedang AKBP Arman Achdiat saat dihubungi detikbandung via telepon, Rabu (1/2/2012).

Lokasi kejadian tepatnya di antara perbatasan Garut dan Sumedang. Bus tersebut melayani penumpang jurusan Malangbong Garut-Sumedang.

"Sementara korban luka-luka sebanyak 22 orang," terang Arman.
»»  SELENGKAPNYA...

Bocah 10 Tahun Itu Jadi Korban Tewas Bus Masuk Jurang

Bandung - Dari sepuluh korban tewas, satu orang diketahui bocah laki-laki berusia 10 tahun, Arya, warga Tasikmalaya. Dia naik bus Maju Jaya Jurusan Tasik-Subang via Sumedang bersama ayah dan kakeknya.

"Arya naik bus sama ayah dan kakeknya. Ayahnya patah tangan, kalau kakeknya enggak apa-apa," tutur Iis (34) kerabat Arya ditemui di RSUD Sumedang, Rabu (1/2/2012).

Menurut Iis, ketiganya hendak ke rumah nenek Arya di Sumedang. Terlihat keluarga Arya tak kuasa menahan tangis. Bahkan seorang ibu, terlihat dipapah oleh dua orang.

Sementara itu satu jenazah lainnya bernama Dede asal Nagrog juga diambil keluarganya. Menurut Humas RSUD Sumedang Iman Budiman, Dede merupakan sopir Bus Budiman yang kebetulan menjadi penumpang bus maut tersebut.

"Katanya dia mau pulang ke daerah Nagrog (Kabupaten Bandung-red)," ujarnya.

Bus Maju Jaya jurusan Garut-Sumedang masuk jurang di Jalan Raya Malangbong-Wado, Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Sumedang, sekitar pukul 18.00 WIB. Diduga bus yang melaju dari arah Garut alami rem blong dan menabrak belakang truk di depannya, kemudian terguling dan masuk jurang dengan kedalaman 10 meter.

Sebelumnya Kapolres Sumedang AKBP Arman Achdiat melansir jika jumlah korban meninggal ada 11 orang dan 22 korban luka.
»»  SELENGKAPNYA...

01 February 2012

Perahu Pengungsi Afghanistan Tenggelam di Malaysia, 8 Orang Tewas

Johor - Delapan orang tewas tenggelam setelah perahu sarat penumpang yang mengangkut warga Afghanistan dan Irak tenggelam di perairan Malaysia. Lima orang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang. 

Polisi menemukan delapan mayat di sebuah pantai di wilayah Johor. Menurut Kepala Kepolisian Johor, Che Che Mahazan Aik, 12 penumpang lainnya berhasil berenang ke pantai setelah perahu mereka terbalik. 

Seperti diberitakan AFP, Rabu (1/2/2012), upaya pencarian dan penyelamatan lima orang penumpang yang belum ditemukan itu masih terus berlangsung.

Mahazan Aik mengatakan, pihaknya masih mencari nakhoda perahu tersebut. Keseluruhan 12 penumpang yang selamat diperkirakan berumur 20 hingga 35 tahun. Mereka mengaku sebagai pencari suaka dari Afghanistan dan Irak.

Malaysia dikenal sebagai titik transit bagi orang-orang dari negara-negara miskin yang dilanda perang untuk melakukan perjalanan laut yang berbahaya menuju Australia via Indonesia. Perahu-perahu itu kerap kali kelebihan muatan dan dalam kondisi buruk, sehingga ada kalanya terbalik. Pada Juni 2011 lalu, 7 warga Indonesia hilang dan 17 lainnya selamat setelah perahu mereka tenggelam di perairan Johor.

Perahu itu sering terisi penuh dan dalam kondisi yang buruk, dan kadang kala terbalik. Pada bulan Juni tahun lalu, tujuh warga Indonesia hilang dan 17 lainnya diselamatkan setelah kapal mereka tenggelam di lepas pantai Johor.

Sebulan kemudian, otoritas Malaysia menyelamatkan 46 warga Indonesia yang mencoba masuk kembali ke Indonesia ketika perahu mereka tenggelam.
»»  SELENGKAPNYA...

Tukang Becak Kemudikan Mobil, Tabrak 4 Motor


INILAH.COM, Makassar - Kalau tidak mahir bawa kendaraan roda empat atau tidak lulus pengambilan Surat izin mengemudi (SIM) sebaiknya jangan coba-coba, karena bisa fatal jadinya.
Seperti halnya di Makassar, Mutti (33) yangberprofesi sebagai tukang becak mencoba mengemudikan mobil, akibatnya empat pengendara motor menjadi korbannya, Selasa (31/1/2012) malam.

Kejadiannya sekitar pukul 20.00 Wita di Jalan Sunu, Kecamatan Bontoala, depan mini market. Awalnya tukang becak sekaligus karyawan butik dan laundry Sakinah di Jalan Sunu ini menawarkan diri kepada bosnya bernama Hana untuk memindahkan mobil Avanza DD 1067 OU ini.

Pasalnya, pemilik butik hendak mengeluarkan mobil yang satunya lagi dari garasi, sehingga Mutti menawarkan diri, membantu untuk menggeser mobil agak ke depan. Karena tak ada orang lain, ia pun menghidupkan mobil, namun tiba-tiba mobil melaju dengan kencang ke arah depan.

Karena Mutti panik, ia membanting setir ke kanan memotong jalan, tak ayal lagi mobil pun menghantam empat sepeda motor yang datang dari arah berlawanan.

Kasatlantas Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Muh. Hidayat saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. "Pengemudi adalah seorang tukang becak yang tidak cakap mengemudikan mobil," imbuhnya.

Ia menambahkan, dalam peristiwa itu lima orang korban luka parah dan luka ringan. Mereka adalah Muh. Yusuf (17) seorang buruh mengalami luka patah pada paha kanan, dagu lecet dan pergelangan membengkak. Yusuf berboncengan dengan dua orang lainnya Sulfiah (16) yang mengalami luka lecet pada lutut kiri, siku kiri. Sementara Umi (10) hanya terluka lecet pada bagian siku.

Selain ketiganya, dua korban lain, Badrun daeng Nompo (46) mengalami luka dalam, ia mengeluhkan rasa sakit di dada. Badrun saat kejadian berboncengan dengan Intang (36) yang mengalami luka patah tertutup pada paha kanannya. Kelima korban dirawat di rumah sakit Stella Maris, Ibnu Sina dan RS Akademis

Adapun Mutti sang pengemudi juga terluka para pada bagian wajah, akibat terbentur dengan setir mobil. Soalnya, saat melaju kencang, mobil berhenti setelah menabrak sebuah pohon yang terdapat di seberang jalan. Pelaku kini di rawat di RS Ibnu Sina. 
»»  SELENGKAPNYA...

26 January 2012

Afriyani Mau Minta Maaf, Tapi...

INILAH.COM, Jakarta - Afriani Susanti, pengemudi mobil yang menewaskan 9 orang dalam kecelakaan di dekat Tugu Tani, Jakarta Pusat, sebetulnya ingin meminta maaf kepada keluarga korban.

Namun menurut Efrizal, pengacaranya, karena berada dalam tahanan, maka Afriani tidak bisa meminta maaf kepada keluarga korban yang tewas maupun luka-lukan.

"Sebenarnya dia mau minta maaf kepada keluarga korban, tapi mau gimana lagi," ucapnya saat dihubungi, Kamis (26/1/2012).

Efrizal juga mengatakan sengaja dia menutup akses kliennya, agar bisa menenangkan diri. Sementara saat ditanya kesehatan Afriani, dia mengatakan kliennya dalam kondisi baik untuk menjalani pemeriksaan. Perempuan itu juga tidak merasa terzalimi atas reaksi publik yang menghujat dirinya.

"Dia mengakui kok kesalahannya dan dia siap menanggung resikonya," ujarnya.
»»  SELENGKAPNYA...

Afriyani Santai Tidak Merasa Tertekan

INILAH.COM, Jakarta - Efrizal, pengacara dari Afriyani Susanti, mengatakan jika kondisi psikologi pengendara minibus yang menabrak dan menewaskan 9 orang di Jalan Ridwan Rais, Jakarta Pusat, dalam keadaan baik.

Efrizal mengatakan kliennya tidak merasa tertekan. Hal tersebut karena selama berada dalam tahanan Afriyani tidak sempat membaca atau menonton pemberitaan tentang dirinya.

"Untungnya dia nggak lihat berita akhir-akhir ini. Dia nggak akan kuat kayanya kalau lihat berita sekarang ini," ujar Efrizal saat dihubungi, Kamis (26/1/2012).

Menurut Efrizal, sengaja dia menutup akses kliennya agar dia bisa menenangkan diri. Karena dalam tahan itu juga, Afriyani yang sebetulnya ingin minta maaf kepada korban tidak bisa melakukannya.

Kesehatan Afriyani dalam kondisi baik untuk menjalani pemeriksaan. Perempuan bertubuh tambun itu juga tidak merasa terzalimi atas reaksi publik yang menghujat dirinya. "Dia mengakui kok kesalahannya dan dia siap menanggung resikonya," ucapnya.
»»  SELENGKAPNYA...

Pengacara: Afriyani Minta Maaf kepada Keluarga Korban


JAKARTA, KOMPAS.com - Afriyani Susanti (29), pengemudi mobil yang menabrak pejalan kaki di Gambir, Jakarta Pusat, menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh keluarga korban tewas dan terluka dalam peristiwa itu. Permohonan maaf Afriyani disampaikan melalui kuasa hukumnya, Efrizal.
"Dia minta maaf kepada seluruh keluarga korban. Sebenarnya dia ingin datang langsung ke keluarga korban, tapi tidak memungkinkan karena polisi belum mengizinkan. Makanya, melalui media, kami sampaikan permohonan maaf dia," kata Efrizal, Kamis (26/1/2012) saat dihubungi wartawan.
Ia mengatakan, aparat kepolisian tidak mengizinkan Afriyani bertemu dengan siapa pun saat ini, termasuk korban luka ataupun keluarga korban tewas. "Takutnya kan ada apa-apa juga karena sekarang dia dimusuhi banyak orang," katanya.
Kendati ada kekhawatiran itu, Efrizal mengatakan Afriyani siap bertemu dengan para keluarga korban meski dimusuhi. Ia menuturkan, Afriyani siap dengan segala risiko saat bertemu dengan keluarga korban dan pasti akan bertanggung jawab akan apa yang dilakukannya
Afriyani yang juga dijerat pasal penggunaan narkotika menjadi tersangka dalam kecelakaan itu. Mobil Daihatsu Xenia yang dikendarainya, Minggu (22/1/2012) siang, menabrak kerumunan pejalan kaki di Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta Pusat. Mobilnya melaju kencang sehingga orang yang tertabrak terpental. Sembilan orang tewas akibat kejadian itu, sementara tiga lainnya luka-luka.
»»  SELENGKAPNYA...

24 January 2012

Kecelakaan Xenia Maut Terletak di Garis Mati

JAKARTA - Halte Tugu Tani yang menjadi lokasi kecelakaan maut yang menewaskan sembilan orang itu, ternyata merupakan lokasi yang bisa membawa malapetaka. 

Hal tersebut diutarakan ahli feng shui Aries Hardjanto, ketika dihubungi okezone, Selasa (24/1/2012). Dia menuturkan, lokasi halte tempat kejadian perkara (TKP) merupakan lokasi lemah yang kerap menimbulkan kemalangan. 

"Jika dilihat dari kompas magnet feng shui, lokasi kejadian memang berada di garis mati. Artinya, garis ini berada di persimpangan delapan mata angin pada kompas tersebut," ujarnya.

Dalam feng shui, menurutnya, lebih dikenal dengan sebutan garis kang wong tu, yang berarti garis mati yang sering kali menarik keburukan dan energi negatif. 

"Jika ada satu tempat yang kebetulan berada di garis persimpangan ini, maka tidak jarang akan kerap dilanda kecelakaan dan kemalangan," tandasnya.

Untuk diketahui, kecelakaan maut tersebut terjadi pada Minggu 22 Januari sekira pukul 10.00 WIB, di halte dekat Tugu Tani, Jakarta Pusat, disebabkan oleh pengemudi bernama Afriani Susanti yang positif menggunakan narkoba selepas pulang dari tiga pesta berbeda bersama tiga teman gaulnya. 
»»  SELENGKAPNYA...