Showing posts with label Daerah. Show all posts
Showing posts with label Daerah. Show all posts

02 February 2012

Seluruh Wilayah Jateng Endemi Flu Burung

SEMARANG, KOMPAS.com - Menyusul dirawatnya pasien flu burung di RS Dr Kariadi Semarang, Dinas Peternakan membentuk tim gerak cepat penanganan flu burung. Langkah pertama yang mereka lakukan adalah memetakan daerah endemi flu burung, dengan rapid test. Hasilnya, 32 unggas dari ratusan sample yang di-tes, positif terjangkit virus H5N1. 

Menurut Whitono, Kepala Dinas Peternakan Propinsi Jawa Tengah, angka tersebut sesungguhnya tergolong kecil. Pertumbuhan populasi unggas di Jateng mencapai 125 juta ekor per tahun. "Unggas yang positif terkena flu burung tersebut tersebar di 35 kabupaten/kota se Jateng. Namun yang terakhir kami temukan berada di Kabupaten Brebes," kata Whitono, Kamis (2/2/2012) di gedung Ghradika Bhakti Praja, kompleks kantor Gubernur Jateng. 

Berdasarkan hasil rapid test itu, disimpulkan, semua wilayah di Jateng masuk kategori endemi flu burung. Sebagai daerah endemi, saat memasuki musim hujan, angka flu burung pada unggas meningkat pesat. Meski demikian, Whitono meminta masyarakat tak perlu khawatir karena Dinas Peternakan sudah membentuk tim gerak cepat penanganan flu burung. "Waspada boleh tapi tidak usah terlalu panik," tambah Whitono. 

Dengan pertumbuhan populasi unggas yang cukup tinggi, stok vaksin flu burung yang dibutuhkan juga sangat tinggi. Menurut Whitono, jumlah vaksin dan disinfektan masih mencukupi untuk didistribusikan di seluruh wilayah Jateng.
»»  SELENGKAPNYA...

13 Hari Terapung Tanpa Makan dan Minum...

ACEH UTARA, KOMPAS.com - "Kami sedang melakukan perjalanan menuju Malaysia. Kami sudah berlayar selama 25 hari, namun perahu kami rusak, kami terapung-apung selama 13 hari tanpa makan dan air," kata Nurul Amin, seorang imigran yang berasal dari distric Sittwey, Myanmar di penampungan sementara Aceh Utara, Kamis (2/2/2012).
Nurul Amin adalah satu dari 50-an imigran Myanmar yang ditemukan nelayan Aceh tengah terapung-apung di perairan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, karena boat yang mereka gunakan rusak dan bocor, kemarin.

Setelah beristirahat sehari, kini kantor imigrasi Lhokseumawe mulai mendata para 'manusia perahu' itu. Selain itu para warga imigran asal Myanmar ini juga diperiksa kesehatannya.  "Sebelumnya kita masih membiarkan mereka beristirahat dulu, dan memulihkan kondisinya, setelah berhari-hari terapung-apung dilaut tanpa makanan dan minuman," ujar Kepala Kantor Imigrasi Lhokseumawe Irawan, di lokasi penampungan siang ini.

Irawan belum bisa memastikan kapan para imigran ini akan dipindahkan ke lokasi karantina Imigrasi. "Kami masih menunggu putusan direktorat, jadi untuk tahap awal mereka masih ditampung di penampungan sementara, dan untuk memenuhi kebutuhan logistik mereka, saat ini masih dipenuhi oleh pemerintah daerah," kata Irawan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, para imigran asal Myanmar ini sudah terlihat dalam kondisi baik. Kamis siang, para imigran ini difoto dan diidentifikasi oleh pihak imigrasi. Sesekali warga sekitar datang dan mengunjungi para imigran ini dengan membawa pakaian, bahkan makanan dan rokok kretek.
»»  SELENGKAPNYA...

Korban Tewas Bus Masuk Jurang Jadi 11 Orang

Bandung - Bus Maju Jaya jurusan Garut-Sumedang sarat penumpang masuk jurang di Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Korban sementara saat ini yang tewas sebanyak 11 orang.

"Tadi sembilan orang, sekarang tambah dua. Jadi korban tewas di lokasi kejadian 11 orang," jelas Kapolres Sumedang AKBP Arman Achdiat saat dihubungi detikbandung via telepon, Rabu (1/2/2012).

Lokasi kejadian tepatnya di antara perbatasan Garut dan Sumedang. Bus tersebut melayani penumpang jurusan Malangbong Garut-Sumedang.

"Sementara korban luka-luka sebanyak 22 orang," terang Arman.
»»  SELENGKAPNYA...

Bocah 10 Tahun Itu Jadi Korban Tewas Bus Masuk Jurang

Bandung - Dari sepuluh korban tewas, satu orang diketahui bocah laki-laki berusia 10 tahun, Arya, warga Tasikmalaya. Dia naik bus Maju Jaya Jurusan Tasik-Subang via Sumedang bersama ayah dan kakeknya.

"Arya naik bus sama ayah dan kakeknya. Ayahnya patah tangan, kalau kakeknya enggak apa-apa," tutur Iis (34) kerabat Arya ditemui di RSUD Sumedang, Rabu (1/2/2012).

Menurut Iis, ketiganya hendak ke rumah nenek Arya di Sumedang. Terlihat keluarga Arya tak kuasa menahan tangis. Bahkan seorang ibu, terlihat dipapah oleh dua orang.

Sementara itu satu jenazah lainnya bernama Dede asal Nagrog juga diambil keluarganya. Menurut Humas RSUD Sumedang Iman Budiman, Dede merupakan sopir Bus Budiman yang kebetulan menjadi penumpang bus maut tersebut.

"Katanya dia mau pulang ke daerah Nagrog (Kabupaten Bandung-red)," ujarnya.

Bus Maju Jaya jurusan Garut-Sumedang masuk jurang di Jalan Raya Malangbong-Wado, Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Sumedang, sekitar pukul 18.00 WIB. Diduga bus yang melaju dari arah Garut alami rem blong dan menabrak belakang truk di depannya, kemudian terguling dan masuk jurang dengan kedalaman 10 meter.

Sebelumnya Kapolres Sumedang AKBP Arman Achdiat melansir jika jumlah korban meninggal ada 11 orang dan 22 korban luka.
»»  SELENGKAPNYA...

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah di Makassar

Makassar - Angin puting beliung yang disertai hujan merusak puluhan rumah warga dan menumbangkan pohon di tiga lokasi berbeda di Makassar. Tak ada korban dalam kejadian ini.

Kejadian ini berlangsung pada Rabu malam (1/2/2012). Ada sejumlah wilayah yang terkena dampak, di antaranya kompleks perumahan TNI AD di Asrama Mattoanging, Jalan Cendrawasih.

Dari lokasi, dilaporkan 25 rumah rusak diterjang angin puting beliung. Demikian pula di kelurahan Pannampu, lebih 20 rumah juga dirusak angin kencang. 

Sedangkan di jalan Barukang ada 4 rumah dan 1 masjid juga mengalami kerusakan akibat hempasan badai angin kencang disertai hujan yang terjadi sejak tadi sore.

Selain merusak rumah warga, badai angin juga menumbahkan pohon besar di jalan Cumi-cumi. Beruntung pohon ini tidak menimpa kendaraan atau warung di sekitarnya. 

Selain pohon tumbang di jalan Cumi-cumi, air menggenang di beberapa ruas jalan di Makassar menyebabkan kemacetan panjang. Seperti genangan air di depan kampus STIMIK Dipanegara yang menyebabkan kemacetan sekitar 2 kilometer dari arah barat.

Kasatlantas Polrestabes Makassar, AKBP M Hidayat yang ditemui detikcom di lokasi pohon tumbang, menyebutkan pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pihak dinas pertamanan kota Makassar untuk segera memotong dan menyingkirkan bongkahan pohon yang menutupi jalan Cumi-cumi. 

Pihaknya juga menempatkan petugasnya untuk mengatur pengalihan arus lalu lintas di sekitar jalan Masjid Raya dan jalan Cumi-cumi.

"Saat kami menerima informasi pohon tumbang dan angin puting beliung, kami langsung mengkoordinasikan ke jajaran kami untuk melakukan penjagaan di sekitar lokasi kejadian, jangan sampai ada pengendara yang menjadi korban akibat peristiwa tersebut," ujar Hidayat.
»»  SELENGKAPNYA...

01 February 2012

Tukang Becak Kemudikan Mobil, Tabrak 4 Motor


INILAH.COM, Makassar - Kalau tidak mahir bawa kendaraan roda empat atau tidak lulus pengambilan Surat izin mengemudi (SIM) sebaiknya jangan coba-coba, karena bisa fatal jadinya.
Seperti halnya di Makassar, Mutti (33) yangberprofesi sebagai tukang becak mencoba mengemudikan mobil, akibatnya empat pengendara motor menjadi korbannya, Selasa (31/1/2012) malam.

Kejadiannya sekitar pukul 20.00 Wita di Jalan Sunu, Kecamatan Bontoala, depan mini market. Awalnya tukang becak sekaligus karyawan butik dan laundry Sakinah di Jalan Sunu ini menawarkan diri kepada bosnya bernama Hana untuk memindahkan mobil Avanza DD 1067 OU ini.

Pasalnya, pemilik butik hendak mengeluarkan mobil yang satunya lagi dari garasi, sehingga Mutti menawarkan diri, membantu untuk menggeser mobil agak ke depan. Karena tak ada orang lain, ia pun menghidupkan mobil, namun tiba-tiba mobil melaju dengan kencang ke arah depan.

Karena Mutti panik, ia membanting setir ke kanan memotong jalan, tak ayal lagi mobil pun menghantam empat sepeda motor yang datang dari arah berlawanan.

Kasatlantas Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Muh. Hidayat saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. "Pengemudi adalah seorang tukang becak yang tidak cakap mengemudikan mobil," imbuhnya.

Ia menambahkan, dalam peristiwa itu lima orang korban luka parah dan luka ringan. Mereka adalah Muh. Yusuf (17) seorang buruh mengalami luka patah pada paha kanan, dagu lecet dan pergelangan membengkak. Yusuf berboncengan dengan dua orang lainnya Sulfiah (16) yang mengalami luka lecet pada lutut kiri, siku kiri. Sementara Umi (10) hanya terluka lecet pada bagian siku.

Selain ketiganya, dua korban lain, Badrun daeng Nompo (46) mengalami luka dalam, ia mengeluhkan rasa sakit di dada. Badrun saat kejadian berboncengan dengan Intang (36) yang mengalami luka patah tertutup pada paha kanannya. Kelima korban dirawat di rumah sakit Stella Maris, Ibnu Sina dan RS Akademis

Adapun Mutti sang pengemudi juga terluka para pada bagian wajah, akibat terbentur dengan setir mobil. Soalnya, saat melaju kencang, mobil berhenti setelah menabrak sebuah pohon yang terdapat di seberang jalan. Pelaku kini di rawat di RS Ibnu Sina. 
»»  SELENGKAPNYA...

Pemerintah Siap Umumkan Daerah tak Layak Investasi

INILAH.COM, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) akan mengumumkan daerah-daerah mana saja yang tidak layak untuk melakukan investasi.

"Saya akan mengumumkan daerah yang tidak layak untuk investasi. Daerah-daerah tersebut nantinya sering dianggap tidak dapat memberi kepastian bagi kalangan investor dalam memulai bisnis yang maksimal harinya sekitar 17 hari. Dari hasil penelitian sendiri ada beberapa daerah yang tidak baik, karena adanya ketidakkonsistenan dari pihak pemerintah (daerah) yang menjalankan aturan," ujar Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi ketika ditemui di Gedung Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu (1/2).

"Akibat dari sikap ketidakkonsistenan, nantinya kita belum membuat reward (hadiah) serta punishment. Kita sendiri akan membuat peringkat, setelah itu akan diumumkan. Nantinya akan dapat info, inilah daerah yang tidak layak untuk melakukan investasi."

Untuk hal tersebut, menurut Gamawan, ada standar yang ditandatangani sekitar 4 Menteri, antara lain Menteri Perdagangan (Mendag), Menteri Hukum dan HAM, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), dan BKPM. Untuk itu proses izin memulai investasi harus dikeluarkan maksimal harinya sekitar 17 hari.INILAH.COM, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) akan mengumumkan daerah-daerah mana saja yang tidak layak untuk melakukan investasi.

"Saya akan mengumumkan daerah yang tidak layak untuk investasi. Daerah-daerah tersebut nantinya sering dianggap tidak dapat memberi kepastian bagi kalangan investor dalam memulai bisnis yang maksimal harinya sekitar 17 hari. Dari hasil penelitian sendiri ada beberapa daerah yang tidak baik, karena adanya ketidakkonsistenan dari pihak pemerintah (daerah) yang menjalankan aturan," ujar Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi ketika ditemui di Gedung Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu (1/2).

"Akibat dari sikap ketidakkonsistenan, nantinya kita belum membuat reward (hadiah) serta punishment. Kita sendiri akan membuat peringkat, setelah itu akan diumumkan. Nantinya akan dapat info, inilah daerah yang tidak layak untuk melakukan investasi."

Untuk hal tersebut, menurut Gamawan, ada standar yang ditandatangani sekitar 4 Menteri, antara lain Menteri Perdagangan (Mendag), Menteri Hukum dan HAM, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), dan BKPM. Untuk itu proses izin memulai investasi harus dikeluarkan maksimal harinya sekitar 17 hari.
»»  SELENGKAPNYA...

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantra dan guna-guna rupanya masih lekat dalam kehidupan sebagian masyarakat kita. Itulah yang dimanfaatkan SA (35) dan DS (36), pelaku penipuan dan perampokan berkedok paranormal yang telah beroperasi di 12 lokasi dalam dua tahun terakhir. Sasaran perampokan adalah para pembantu rumah tangga (PRT) di perumahan elite. Mereka mengamati perumahan dari dalam mobil, lalu saat melihat ada PRT yang keluar rumah, mereka menghampiri. Berbaju koko dan kopiah serta membawa tasbih, SA dan DS lalu mengajak PRT itu mengobrol dan meyakinkan bahwa PRT itu bisa bekerja di rumah itu karena diguna-guna sang majikan. Dia lalu membacakan mantra pengusir guna-guna. Setelah itu, dia meminta PRT untuk melihat barang-barang berharga apa saja yang ada di dalam rumah. ”Dikatakan kalau uang, perhiasan, dan barang berharga itu juga sudah diguna-guna. Mereka menyuruh PRT itu mengambil dan membawa semua benda itu kepada mereka,” kata Wakil Kepala Polres Metropolitan Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Widodo, Selasa (31/1/2012). PRT itu pun diajak serta saat keduanya meninggalkan rumah yang habis dirampok, lalu diturunkan di tengah jalan. SA dan DS telah melakukan modus itu sejak tahun 2010 di Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Depok, dan Cibubur. Mereka ditangkap di Cianjur, Jawa Barat, setelah menggasak uang dan perhiasan senilai Rp 300 juta di rumah milik Caroline (27) di Villa Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pengakuan tersangka, mereka belajar sendiri modus itu. Mantra-mantra pun mereka ciptakan sendiri. Sekali dipraktikkan dan berhasil, akhirnya keduanya terus melakukannya. ”Mantranya, ya asal saja, yang penting terlihat meyakinkan,” ujar SA. Uang hasil rampokan digunaka keduanya untuk bersenang-senang. Widodo mengakui, modus penipuan dan perampokan semacam itu terhitung baru. Dua dukun palsu itu dijerat dengan Pasal 362 dan atau Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Ditembak Di Tangerang, satu dari lima pelaku pencurian kendaraan bermotor tewas ditembak tim dari Polsek Pondok Aren dan Polrestro Tangerang Kabupaten di sebuah rumah kontrakan di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Senin (30/1) tengah malam. Herman alias Man (25), tewas ditembak karena berusaha melarikan diri dan melawan ketika petugas menggerebek rumah kontrakannya. Tiga dari empat tersangka lainnya terluka setelah timah panas bersarang di kaki mereka saat melawan petugas dalam penggerebekan di sebuah rumah kontrakan di Balaraja, Kabupaten Tangerang. Ketiga pelaku yang luka tembak adalah Rusi (24), Ridwan (25), dan Julian (19). Sementara Mardiansyah (19), tidak melakukan perlawanan dan langsung menyerahkan diri ke polisi. ”Tembakan peringatan sudah dua kali ke udara, tetapi tersangka Herman tidak menggubrisnya. Terpaksa petugas melumpuhkannya dengan tembakan. Akan tetapi, saat menuju rumah sakit, tersangka mengembuskan napas terakhir,” kata Kepala Polrestro Tangerang Kabupaten Komisaris Besar Bambang Priyo. Secara terpisah, Aparat Subdirektorat Reserse Mobil juga menangkap tujuh perampok yang biasa beraksi lintas provinsi. Dua di antaranya kena tembak kakinya. ”Mereka dari dua kelompok berbeda, yakni kelompok JT dan HRT,” kata Kepala Subdit Resmob Ajun Komisaris Besar Herry Heriyawan. Menurut Herry, kelompok HRT ini yang merampok dan menembak Irzan Harza di Bekasi pada Juni tahun lalu. ”Korban, sampai saat ini masih dirawat di rumah sakit akibat kejahatan kelompok HRT itu,” katanya


MADIUN, KOMPAS.com- Seperangkat gamelan yang sudah berusia tujuh turunan yang disimpan di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, dicuri oleh komplotan pelaku yang berjumlah tiga orang. Pencurian dilakukan tiga kali dengan menggunakan kendaraan roda empat.

Wakil Kepala Kepolisian Sektor Wungu Ipda Sarwo Edi mengatakan, barang yang dicuri total 30 unit, antara lain kempul dua unit, bonang dua unit, kenong 4 unit, gong satu unit, demung 6 unit, sarong 9 unit, dan peking 7 unit.

Dari tiga tersangka, baru satu orang, Sugianto, warga Desa Bolo, Kecamatan Kare, yang berhasil diamankan. Dua tersangka lain masih dikejar. Tersangka mengaku mencuri karena motif ekonomi. Nilai kerugian Rp 70 juta. Tapi menurut tersangka dijual Rp 8 juta.
»»  SELENGKAPNYA...

26 January 2012

20 Sekolah di Denpasar Menolak Dana BOS


DENPASAR, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali AA Ngurah Gede Sujaya mengatakan, 20 sekolah di Kota Denpasar menolak dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) karena mampu membiayai secara mandiri.
"Semua sekolah yang menolak menerima BOS itu merupakan sekolah swasta yang sudah maju. Jadi mereka merasa sudah cukup membiayai sendiri operasioan pendidikannya," kata Sujaya, di Denpasar, Kamis (26/1/2012).
Ia menyebutkan, 20 sekolah yang menolak itu terdiri dari enam SMP dan 14 SD. Di jenjang SMP, penolakan dana BOS dilakukan SMP Taman Rama Jimbaran, SMP Taman Rama Denpasar, SMP Cipta Dharma, SMP CHIS, SMP Tunas Daud, dan SMP Dyatmika. Total siswa di enam sekolah tersebut 810 orang.
Sedangkan 14 SD itu yakni SD Lentera Kasih, SD Tunas Kasih, SD Taman Rama, SD Dyatmika, SD CHIS, SD Tunas Daud, High Scope Indo, SD Mustika, SD Cerdas Mandiri, SD Tunas Bangsa, SD Universal, SD Pelita Jaya, SD Harapan Mulya, dan SD Tumbuh Kembang. Siswa di sekolah tersebut berjumlah 3.876 orang.
"Pihak sekolah tidak mau menerima BOS, karena merasa anak-anak yang masuk di sana mayoritas berasal dari kalangan keluarga berada," ucapnya.
Ia menambahkan, akibat penolakan tersebut berarti sekitar Rp1 miliar dana BOS untuk ke-20 sekolah itu akan dikembalikan ke kas negara. Provinsi Bali sendiri pada 2012 mendapatkan dana alokasi BOS untuk SD dan SMP sebesar Rp 388 miliar.
"Selain itu, Bali juga memperoleh dana cadangan BOS senilai Rp19 miliar untuk mengantisipasi biaya pendidikan bagi siswa saat tahun ajaran baru nanti," katanya.
Pada tahun ini, lanjut dia, alokasi dana BOS untuk setiap siswa SD sebesar Rp 580 ribu dan bagi siswa SMP dialokasikan masing-masing senilai Rp 710 ribu.
Sementara itu, untuk penyaluran dana BOS ke sekolah-sekolah lainnya di Pulau Dewata, menurut dia, sejauh ini tidak ada masalah.
"Kami sudah mengawal dan mengecek betul-betul agar pencairan dana BOS bisa berjalan lancar," ucap Sujaya.
»»  SELENGKAPNYA...

Hujan dan Angin Kencang Hingga 28 Januari


SEMARANG, KOMPAS.com- Warga Semarang masih akan dilanda cuaca ekstrim dan angin kencang. Hingga Kamis (26/1/2012) ini tercatat sudah empat pohon tumbang akibat angin bertiup kencang ketika hujan deras berlangsung sepanjang hari.
Prakirawan Badan Meteorogi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Retno Widyaningsih menyatakan, cuaca ekstrem yang melanda Kota Semarang juga kota-kota sekitarnya akan berlangsung hingga 28 Januari 2012.
Cuaca buruk itu ditandai angin kencang maksimal bisa 35-50 kilometer per jam, gelombang laut tinggi, serta hujan deras berlangsung terus sepanjang hari. "Warga kota harus waspada terhadap lingkungan di sekitarnya. Angin kencang berpotensi jadi angin lisus, mampu menumbangkan pohon. Para nelayan juga harus waspada karena gelombang aut di perairan dekat pantai saja bisa mencapai 2-3 meter tingginya," ujar Retno Widyaningsih.
Kencangnya angin bertiup di Kota Semarang sejak Rabu (25/1/2012) kemarin sudah menumbangkan dua pohon, yakni pohon di samping Kantor Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jateng di Jalan Tri Lomba Juang serta pohon besar di kawasan perumahan Bukit Kencana Jaya, Meteseh, Tembalang, Semarang.
Pohon tumbang di kawasan Bukit Kencana Jaya ini menghantam jaringan kabel listrik, sehingga menyebabkan ratusan permukiman perumahan gelap akibat padamnya listrik sejak pukul 16.00 hingga pukul 24.00.
Sedangkan Kamis pagi dini hari, pohon tumbang juga terjadi di depan rumah dinas Kepala Polda Jateng, dekat bunderan Taman Diponegoro, Candi baru, Semarang serta dua pohon juga ikut tumbang di Jalan S Parman dan Jalan Gombel Lama, Jatingaleh.
Dalam peristiwa tumbangnya ketiga pohon itu tidak sampai menimbulkan korban, baik manusia maupun kendaraan bermotor karena saat kejadian lalu lintas masih sepi. Hanya saja, pohon tumbang di Jalan Gombel Lama sempat membuat arus lalu lintas dialihkan ke Jalan Gombel Baru sekitar enam jam, untuk pembersihkan pohon yang tumbang.
Catatan di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Semarang, saat ini terdapat 200.000 pohon penghijauan di kota besar ini. Dari jumlah itu, 50.000 pohon diantaranya dalam pengawasan intensif dan 5.000 pohon merupakan pohon tua yang rawan tumbang dengan lokasi bertebaran di sejumlah jalan protokol di pusat-pusat keramaian warga.
»»  SELENGKAPNYA...

24 January 2012

UE Berencana Setujui Larang Impor Minyak Iran

INILAH.COM, Brussel - Diplomat Uni Eropa menyetujui untuk menempatkan embargo atas impor minyak Iran dengan fase periode hingga 1 Juli.

Menteri Luar Negeri dari 27 Negara Uni Eropa diperkirakan akan secara resmi menyetujui rencana embargo pada pertemuan di Brussels hari ini. Iran telah mengancam akan menutup selat Hormuz, Teluk persia di mana merupakan jalan untuk sekitar 20% minyak yang diperdagangkan secara global.Demikian seperti dikutip dariBloomberg, Senin (23/1).

Menteri Luar Negeri Uni Eropa harus menyeimbangkan keinginan mereka untuk bertindak dalam menekan Iran untuk menghentikan program nuklirnya dengan kebutuhan untuk memberikan waktu beberaoa anggota negara untuk mencari sumber minyak alternatif. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Aston menuturkan, sanksi juga mungkin menargetkan bank sentral Iran. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman Guido Wsterwelle mengatakan, langkah-langkah yang ditujukan untuk mengeringkan dana untuk penelitian nuklir Iran.

"Eropa saat ini sedang mempersiapkan sanksi bagian-bagian dari ekonomi Iran di mana akan menyakiti minyak dan keuangan," kata Direktur of the Brussels-based European Center of the Carnegie Endowment for International Peace Jan Techau.

Menurut Sumber, sebuah larangan Uni Eropa akan berlaku untuk impor minyak Iran, pembelian dari Iran oleh perusahaan Uni Eropa untuk negara-negara Uni Eroa, transportasi minyak dari Iran, serta keuangan dan asuransi kontrka minyak. Embargo tersebut membutuhkan kebulatan suara di antara 27 negara itu.

Sebelumnya Amerika Serikat dan Eropa telah meningkatkan tekanan terhadap Iran setelah Badan Energi Atom Internasional menyatakan, Iran telah memulai pengayaan uranium hingga 20%. Presiden Barack Obama menandatangano RUU pada 31 Desember untuk mengetatkan sanksi terhadap Iran dengan menolak akses ke sistem keuangan Amerika Serikat ke bank asing yang melakukan bisnis dengan bank sentral Iran.
»»  SELENGKAPNYA...

Empat Rumah Dinas Dosen Unsri Hangus Terbakar

INILAH.COM, Palembang - Empat rumah dinas dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) di Jalan Al Ghazali, RT5, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Senin (23/1/2012), hangus terbakar. Keempat rumah dinas dihuni oleh Wawan, Arjali, Albar, dan Adam Malik. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. 

Ahmad Sani, salah satu saksi mata, mengatakan, kebakaran mulai berlangsung sekitar pukul 09.00, api berasal dari salah satu rumah yang ditinggalkan penghuninya.
“Dari rumah itulah terdengar dentuman keras disertai jilatan api. Penghuni sebelah termasuk kita yang bermukim di lokasi kejadian berhamburan ke luar, panik melihat kejadian itu,” kata Sani.

Sekitar 30 menit kemudian, api mulai merembet melahap empat unit rumah lainnya. Warga kemudian menghubungi petugas Dinas Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) Kota Palembang yang segera mendatangi lokasi kejadian. Petugas dibantu warga berjibaku untuk memadamkan api. Upaya ini berhasil api pun berhasil dipadamkan sehingga tidak membakar rumah lebih banyak lagi.

“Di lokasi kejadian ini rumah dinas bertingkat dua, tadi itu api membesar ke atas mungkin karena dorongan angin langsung melahap tiga rumah bagian atas dan di sebelahnya. Api belum membakar bagian bawah karena keburu dipadamkan. Tidak ada korban jiwa, saat kejadian penghuni dapat menyelamatkan diri semua. Api sendiri berhasil dijinakkan sekitar pukul 10.30,” ujar Sani.

Warga lainnya, Juli (20), menuturkan, rumah tersebut dihuni oleh dosen Poltek dan Unsri. Saat kejadian dirinya mendengar terikan seorang warga. “Saat keluar rumah terlihat api sudah menjalar di lantai dua. Saya tidak tahu pasti kejadiannya, tiba-tiba api sudah besar, ” katanya.

Ketua RT05, Ahajib, menambahkan, diduga sumber api berasal dari hubungan arus pendek listrik dari rumah yang baru dihuni nomor 311 C1 kemudian menjalar ke tiga rumah lainya.

Usai api dipadamkan sempat terjadi keributan antarpemilik rumah yang menjadi korban kebakaran. Beruntung keributan ini berhasil diredam oleh warga dan polisi yang ada di sekitar lokasi kejadian.
Kapolsek IB I Kompol Sonny Triyanto turun langsung melihat lokasi kejadian. “Kita mengimbau warga yang menjadi korban untuk tidak saling terprovokasi, ini semua musibah. Biarlah polisi yang menyelidiki jika memang ada permasalahan dalam musibah ini,” tegasnya.

Menurut Kapolsek, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran. “Tentunya kita akan melakukan penelusuran lebih lanjut. Apa sengaja dibakar atau tidak sengaja, semuanya akan diproses dan dilakukan pemeriksaan awal. Termasuk memeriksa para saksi yang melihat saat peristiwa kebakaran berlangsung,” kata Iwan seraya mengimbau masyarakat agar waspada terhadap penyebab kebakaran sehingga peristiwa serupa tidak terulang kembali.
»»  SELENGKAPNYA...